Monday, November 21, 2011

Laporan PKL #2 -Speak Up-

Pagi ini hanya ada aku dan Hyu Sub saja di kamar kos kami karena Seong Joo sedang menginap di rumah Komandan. Sambil menyiapkan diri untuk berangkat PKL, aku membuka percakapan hari ini setelah sedikit melucu agar suasana mencair. Memang sudah menjadi tekadku untuk membicarakan hal ini, tentang perencanaan laporan magang. Sedikit flashback…

***

Beberapa bulan lalu aku mengajak teman-teman untuk share ide tentang rencana tema yang akan diangkat untuk laporan magang. Aku memulai dengan menjelaskan secara rinci rencana yang ada di fikiranku. Begitu selesai, muncul beberapa pertanyaan dari Seong Joo untuk detail dari ideku. Setelah menjelaskan beberapa point, barulah aku bertanya kepada Seong Joo apa rencananya. Tahu bagaimana jawabannya? “Hmm,, ya ada lah. Tapi masih aku coba-coba dulu, Yoo”. Spontan aku menjawab “Oh, aku kira kita butuh share tentang hal ini. Mengingat kita adalah teman 1 PKL. Tapi ya sudahlah jika kamu engga mau.”. Aku memasang wajah acuh dan tentu saja masih terlihat kecewa karena berawal dari mereka berdua membuka-buka file sketch laporanku dan sekarang melihat reaksinya.
“Yoo, maaf. Kamu tersinggung ya?” tanya Seong Joo.

“Hmm, engga tau. Sedikit kecewa. Aku hanya ingin mengajak saling share, mungkin saja diantara kita bisa saling melengkapi. Aku tahu aku tidak cukup banyak ilmu, maka dari itu aku butuh kalian untuk memberiku pendapat. Dan berharap aku juga dapat membantu kalian dalam perencanaan ini”, jawabku secara blak-blakan. Aku memang selalu begitu, jika merasakan sesuatu yang sekiranya harus aku bicarakan agar dapat memperbaiki keadaan atau mungkin aura negatif yang dapat menciptakan prasangka buruk atau kesalahpahaman.

Mendengar penjelasanku, sepertinya Seong Joo mulai mengerti maksud baikku. Dan mulailah dia sedikit menjelaskan apa rencananya. Aku hanya mendengarkan dan tidak memberikan komentar apapun. Toh juga awalnya dia memang tak butuh pendapatku kan? Aku hanya tersenyum dan memendam rasa kecewa serta heran. Biarlah segala ide yang aku ungkapkan dan tips-tips yang sudah aku berikan ke mereka menjadi suatu amal.

***

Aku mengungkapkan segala yang ada di pikiran dan hatiku kepada Hyu Sub. Hanya persoalan diantara kami berdua. Agar saling introspeksi diri dan menghindarkan kesalahpahaman. Dan dengan begini aku mengetahui mengapa Hyu Sub juga membuat suatu program yang sama denganku lagi setelah Flash.

“Eh Yoo, jika akan membuat laporan tentang program apakan Xamp juga harus dijelaskan cara penginstalannya?” tanya Hyu Sub.

“Aku tidak. Aku akan membuat batasan pembahasan yang akan lebih fokus ke hal lain” jawabku.

“Hey, kamu juga akan membuat program?” tanyaku.

“Ya. Kenapa?” jawab Hyu Sub.

“Hah? aku juga. Karena aku pikir kamu akan membuat animasi Flash. Aku ingin membuat sesuatu yang berbeda dari kita bertiga”, jelasku.

“Loh, aku juga beralih ke program karena aku rasa kamu sedikit bagaimana ketika aku akan membuat animasi. Aku juga bilang begini ke Seong Joo”, jawabnya.

Aku tak tahu mengapa Seong Joo tak menyampaikan hal ini kepadaku. Jika memang dia tidak enak kepadaku, apakah dia lebih merasa nyaman dengan adanya kesalahpahaman diantara Hyu Sub dan aku?
“Ya sudahlah, memang tak dapat dipaksakan. Jika memang kita bertiga akan membuat sebuah program, ayo kita kerjakan bersama-sama. Saling melengkapi dan saling bantu. Aku harap tak ada kata saingan di antara kita.”, kataku mengakhiri percakapan serius untuk obrolan pagi.

***

Dan sekarang aku harus lebih berjuang! Informasi baru lagi dari Kisame, ternyata kita tidak perlu membuat presentasi untuk laporan ini.

Semoga saja semua dapat dikerjakan bersama. Semoga tak ada buruk sangka diantara kami bertiga. Amin.

No comments:

Post a Comment

Small Cute Hot Pink Pointer