Pages

Wednesday, November 16, 2011

Nugroho, Selamat Jalan Teman Kecilku… #2 kabar duka#

Baru saja aku menerima pesan dari teman SD-ku, Devi dan Setyawan, yang mengabarkan bahwa teman kami, Nugroho, telah tiada. Ya, pagiku disambut berita duka. Dan itu sangat membuatku kalang kabut. Bingung dan sedih. Saat mengundangnya ke reuni SD bulan Juni lalu, aku tak sempat ikut ke rumahnya, para cowok saja yang ke sana. Dan sekarang pun, aku tak dapat menghadiri pemakamannya. Aku menyesal. Empat tahun bersama, meski aku baru bertemu dengan alm. Nugroho di tingkat 4 SD, dan hingga sebelum ia pergi kami belum bertemu lagi hingga aku berusia 18 tahun. Yang sangat aku sayang kan adalah ia harus menghadap Allah akibat kebiasaannya “mayak”, yah, minum minuman keras. Aku benar-benar tak menyangka. Ia tiada sebelum memperbaiki kesalahannya. Semoga saja ia diterima di sisi Allah dan keluarganya diberi ketabahan dan kekuatan. Amin.

Aku memang tak berkesempatan menghadiri pemakamannya, aku hanya dapat memberitahu teman -teman SD yang lain, dan aku harap untuk teman-teman yang lain hal ini dapat menjadi suatu pelajaran.

***Tujuh tahun yang lalu***

“Ayo pulaaang!!” seru segerombolan anak kecil tingkat 5 SD Kalkid dengan riang usai mengikuti ekstrakulikuler komputer.
“Jajan dulu yok!”, ajakku kepada teman-teman cewek yang sudah bersiap membawa tas untuk keluar dari ruangan itu.
Kami pun berjalan menuju penjual-penjual jajanan kecil di luar sekolahan.
Plak!
“Aihh!!! Menuuuuugg GILAAA!!!”, teriakku sambil mengejar anak bertubuh kurus dan hitam itu, ya, Nugroho yang melarikan diri setelah menapok pantatku.
“Hahahahahhaa… maaf maaf!”, teriak Nugroho sambil terus berlari hingga akhirnya berhenti karena aku menyerah untuk tidak mengejarnya lagi. Kecepatannya berlari melebihi kemampuanku.
Nugroho, anak penjual tahu gimbal yang menjadi favoritku dan kakak-kakakku. Dia memang anak yang usil. Bahkan ketika kami sama-sama pergi ke masjid tepat sebelah rumahnya untuk mengaji atau terawih di bulan puasa pun ia tak jarang mengganggu anak-anak lain. Dia memang hiperaktif. Tak dapat diam walau hanya sebentar.

###Selasa, 15 Oktober 2011###

Hari ini targetku untuk menyelesaikan beberapa poin tugas tambahan untukku, agar aku dapat segera menyelesaikan laporan magangku. Namun di tengah konsentrasiku, aku mendapat kabar duka LAGI! Kali ini anak dari guru Network Support-ku yang baru saja menikah.
“Sssstss, Mo!”, panggil Hyu Sub dengan bisik-bisik tak mau mengganggu sang programer.
“Napa?”, tanyaku ikut-ikut berbisik.
“Nih”, Hyu Sub menyerahkan handphone-nya kepadaku, menunjukkan sms dari adek kelas kami.
“Innalillahiwainnailihirojiun…”, spontan aku berkata setelah membaca pesan itu.
“Mbak, anaknya pak Agus S meninggal. Ini guru-guru masih layat ke sana”
Aku shock!! Baru saja aku akan menulis cerita tentang kepergian Nugroho. Dan sekarang aku mendapat berita duka lagi dari guru jurusanku. Dan kali ini aku tak dapat menahan air mataku setelah membaca balasan pesan dari pak Agus.
“Ya Allah, terimalah sahabat hamba, Nugroho, dan anak dari guru hamba, pak Agus di sisi-Mu. Ampuni segala dosanya dan tabahkan serta kuatkan keluarganya. Sesungguhnya mereka adalah saudara hamba yang baik hati. Amin”

No comments:

Post a Comment

Small Cute Hot Pink Pointer