Tuesday, January 15, 2013

Nggak Mau Sholat

border_line
Udah gedhe masih males sholat? Wajar, tapi nggak boleh! Manusia punya nafsu, tapi manusia juga punya akal dan hati kan? Bukankah Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk kita? Yaudah, yok sama-sama belajar biar nggak nganggep sepele shalat :)
Beberapa potongan ayat serta pendapat dari saudara kita :

Ancaman Meninggalkan Shalat

ٍٍ Wahai saudaraku!
Tahukah anda? bahwa orang yang meninggalkan shalat akan kehilangan haknya sebagai wali untuk menikahkan anak ataupun kerabatnya. Tidak berhak mewarisi harta mereka. Diharamkan hewan sembelihannya padahal orang-orang Yahudi dan Nashara dihalalkan sembelihan mereka. Dilarang untuk memasuki kota suci Mekah. Jenazahnya tidak boleh dishalati, dan tidak boleh dikuburkan di pemakaman kaum muslimin jika ia meninggal sebelum bertaubat. Hal tersebut dikarenakan ia telah dihukumi sebagai “kafir” yang telah keluar dari Islam. Sebagaimana hadits Nabi r:
العهد الذي بيننا و بينهم الصلاة قمن تركها فقد كفر ( قال الشيخ الألباني : صحيح (انظر الجامع الصغير و زيادة رقم 7592, 1/760: و المستدرك 1/48)
“Perjanjian antara kami dengan mereka (orang-orang musyrik) adalah shalat, barang siapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”(HR.al-Hakim)[1]
Dan Allah berfirman :
] وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ [ (التوبة : 84)
"Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan shalat untuk seorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafiq), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya . Sesungguhnya mereka telah ingkar kepada Allah dan RasulNya dan mereka mati dalam keadaan fasik."(QS.at-Taubah : 84)
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat di atas "bahwa Allah U memerintahkan Rasul-Nya untuk berlepas diri dari orang-orang munafiq. Tidak menshalati jenazahnya; tidak mendoakan serta tidak memohon ampunan untuk mereka. Sebab mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mati dalam keadaan kufur. Hukum ini adalah mutlaq kepada setiap orang yang telah diketahui kemunafikannya."[2]
Dalam ayat yang lain, allah U berfirman :
] فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا(59) إِلاَّ مَن تَابَ وَآمَنَ… [ (مريم : -6059)
"Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti syahwatnya (keinginannya), maka mereka kelak akan tersesat(59) Kecuali yang bertoubat dan beriman…"(QS; Maryam:59)
Ayat di atas menjelaskan bahwa orang yang mengabaikan shalat tidak cukup dengan sekadar mengikrarkan taoubatketika ingin bertoubat,akan tetapi ia juga mesti kembali memperbaharui imannya, sebagai bukti bahwa dikala ia meninggalkan shalat, ia 'bukan'lah seorang mu'min.
Dan banyak lagi ayat-ayat Allah yang menjelaskan kufurnya orang-orang yang meninggalkan shalat, terputusnya persaudaraan dengan mereka, sekali pun ia adalah orang terdekat dengan kita, hingga ia kembali menunaikan shalat.
Saudaraku!
Tahukah anda?, bahwa ia akan dikumpulkan bersama orang-orang mujrimin (pelaku maksiat dan pendurhaka) di neraka Shaqar, Allah Ta'ala berfirman :
] كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ (38) إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ (39) فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ (40) عَنِ الْمُجْرِمِينَ (41) مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ(43)[
"Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan(38), kecuali golongan kanan(39), berada di dalam surga, mereka saling menanyakan,(40), tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa(41), "apa yang menyebabkan kamu masuk neraka Saqar"(42), Mereka menjawab,"Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat,(43) (QS.al-Muddatsir : 38-43)
Saudaraku!
Tahukah anda?, bahwa orang yang meninggalkan shalat, akan dibangkitkan bersama fir'aun, Haman, Qorun dan Ubay bin Khalf, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman :
]احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ (22) مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَى صِرَاطِ الْجَحِيمِ (23) [ (الصآفات :22-23)
"(Kepada para malaikat diperintahkan oleh Allah) 'Kumpulkanlah orang-orang yang zhalim beserta orang-orang yang sejenis mereka dan apa-apa yang menjadi sembahan mereka selain Allah; lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka'."(QS.as-Shaffat: 22-23)
Berkata an-Nu'man bin Basyir, Ibnu Abbas, Said bin Jubair, Ikrimah dan Mujahid Radhiallahu 'Anhum bahwa yang dimaksud dengan "azwaajahum" adalah yang 'serupa" dan 'sejenis' mereka.[4] yakni: “Kumpulkanlah orang-orang musyrik dan orang-orang yang sejenis mereka seperti orang-orang kafir dan yang zhalim lainnya.”
Mereka adalah bahan-bakar Api Neraka. Fir’aun telah disesatkan oleh kekuasaannya; Haman dilalaikan dengan jabatannya; dan Qarun yang takabbur dan lupa diri karena hartanya. Dan di zaman sekarang ini betapa banyak bermunculan ‘Qarun-qarun’ yang telah dilalaikan dengan perniagaan, tugas dan jabatannya dalam menunaikan hak-hak Allah terutama shalat lima waktu.
border_line
Nah lo, orang-orang yang meninggalkan shalat adalah bahan bakar api neraka? Karena orang-orang seperti itu adalah dekat dengan kekufuran. Naudzubillah. Semoga kita semua bukan termasuk orang-orang yang demikian, InsyaAllah. Amin.
border_line

No comments:

Post a Comment

Small Cute Hot Pink Pointer