Thursday, July 25, 2013

How Should I Behave?

Masih tentang Bryce.

Sore kemarin Bryce mengirimiku pesan, mengabarkan ibunda Heri (kakak kelas kami di Scout) telah meninggal. Ia mengajakku untuk pergi ke rumah duka.

"Ini terlalu cepat", batinku.

Yah, aku belum cukup siap untuk bertemu dengannya. Bukan karena kekhawatiran ia akan bersikap tidak benar terhadapku. Hanya saja, karena kekhawatiranku tidak dapat bersikap seperti biasa terhadapnya.
Aku tau Bryce tidak akan berani bersikap kurang ajar kepadaku. Kami benar-benar berteman dengan baik.

"Ada yang aneh, hmm, mengapa teman-teman yang lain tak mengirim pesan juga kepadaku?". Dahiku berkerut. Biasanya Rei dan Ken (kekasih Rei) mengirimiku pesan agar kami dapat berdiskusi untuk berangkat bersama.

"Rei, Bryce mengirimimu pesan?"   |Sent|
"Tidak, ada apa?"
"Ibunda Heri meninggal pukul 15.30 tadi. Bryce mengajakku untuk ke rumah duka"
"Bryce tak memberitahuku, kapan kalian akan berangkat?"
"Hmm, Bryce bilang sekitar pukul tujuh malam. Lukman juga ikut".
"Maaf aku harus menjaga rumah. Aku titip salam saja untuk Heri"
"Baiklah. InsyaAllah. Tolong beri tau Ken"

Yah, Rei tidak ikut. Ini benar-benar membuatku bingung.

No comments:

Post a Comment

Small Cute Hot Pink Pointer