Wednesday, July 24, 2013

Mirror

border_line 
Aku terperangkap dalam hujan yang telah menutupi dedaunan hijau yang aku lihat dari beberapa jam lalu. Orang-orang lalu-lalang menerjang hujan mencoba tak ingin terlambat dalam segala urusannya. Namun, anak-anak kecil itu hanya berdiri berteduh di depan pos keamanan. Begitu pula denganku.

Adzan dhuhur sudah berkumandang sekitar setengah jam yang lalu, tapi aku tidak segera bergegas pergi ke masjid. Aku hanya diam mencoba melihat dedaunan yang masih tertutup hujan. Menarik napas dalam-dalam berulang kali. Aku tau aku sedang tidak ingin memikirkan apa pun. Tapi otakku terus berputar dengan kejadian-kejadian yang telah aku alami belakangan ini.

Aku seperti diperingatkan oleh Allah tentang resiko yang harus aku pertanggungjawabkan jika aku benar-benar melakukan kegiatan yang sempat pernah terfikirkan olehku beberapa bulan lalu. Allah memperingatkan melalui temanku. Yah, ini pasti sebuah peringatan untukku.

Malam kemarin, dua orang sahabatku datang ke rumah. Sudah lama sekali kami tidak bertemu.  Heyra, sahabat jagoan tae kwon do kami,  memberikan kabar tentang teman kami yang juga mantan kekasihnya.  Apapun yang telah Heyra ceritakan kepadaku dan Rei, sangat membuat kami terkejut dan berpikir “hal itu pasti tidak mungkin”. Selama Heyra bercerita, aku tahu Rei sudah dapat menebak perubahan sikap yang telah terjadi pada Bryce dari penampilannya. Sedangkan aku? aku selalu tidak punya cukup keberanian untuk berpikir bahwa Bryce sekarang menjadi anak diluar batas sewajarnya. Aku hanya berpikir bahwa ada sesuatu yang salah terhadap Bryce. Sebatas itu.

Di sisi lain, aku seperti ditampar oleh kenyataan. Aku bisa merasakannya. Namun
dalam hati aku sangat bersyukur. Aku telah diberikan bukti nyata yang terjadi terhadap orang-orang yang aku kenal. Aku tidak dapat menahan rasa prihatinku terhadap Bryce. Aku menangis membaca pesan antara Bryce dan Tania (sahabat Heyra yang bertugas mencari tahu tentang Bryce dan kekasihnya sekarang). Sepanjang hari sejak Heyra dan Rei bercerita tentang Bryce, aku benar-benar berusaha untuk dapat mempatri dalam pikiranku bahwa kegiatan yang masih dalam rencana itu adalah kegiatan yang salah dan harus benar-benar dihindari. Dan sekarang, aku tak tahu lagi, apa yang telah dikatakan oleh hatiku, atau apa yang telah dikatakan oleh pikiranku. Mereka seakan menyatu.
border_line

No comments:

Post a Comment

Small Cute Hot Pink Pointer