Monday, February 17, 2014

Surat Kecil Untuk Seseorang


Ada sesuatu yang terjadi dalam kehidupanku. Ketika perlahan sesuatu yang aku miliki perlahan hilang. Dari
hal terkecil hingga hal yang menyangkut seluruh keluargaku. Jangankan sesuatu yang menyangkut seluruh keluarga, yang hanya menyangkut diriku saja telah membuat heboh semua anggota keluarga. Aku memang tidak memiliki keluarga yang normal seperti kalian, tapi beruntungnya, kami masih saling peduli satu sama lain. Alhamdulillah. Itu bukan suatu yang kecil bagiku.

Bisa dibilang, sekarang aku berjuang hanya ditemani kakak perempuanku. Berjuang dengan "berwibawa" melawan seseorang yang sudah terlanjur masuk dalam kehidupan keluarga kami. Untuk menyingkirkannya? Secara hukum pun telah kami coba, dan sekarang masih dalam proses penyelesaian. Aku harap, hal itu segera terselesaikan. 

Dengan keadaan yang seperti ini, aku mendapatkan banyak simpati dari kakak-kakakku yang lain, dan juga teman-teman Bapak yang telah kami anggap sebagai saudara. Kami memang tidak sedang terkena bencana banjir, atau terkena erupsi gunung meletus, atau bencana hujan abu yang sekarang marak dirasa oleh beberapa masyarakat wilayah Jawa. #PrayForKelud #PrayForDemak #Banjir #HujanAbu #Erupsi . Tapi hal ini pun telah cukup membuat hati kami menangis. Kami hanya dua anak yang berada di tengah-tengah orang yang sedang berselisih paham. Kami memang tidak terlalu peduli,. Meski imbasnya kami juga yang merasakan. Kami hanya mencoba menjalani apa yang terjadi, dan tidak ingin menunjukkan rasa yang sebenarnya kami rasakan. 

Ada satu hal yang menarik dari peristiwa ini. Mungkin kami kurang bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan kepada kami. Mungkin, sekedar infaq/sadaqoh tidaklah seberapa dan tidak sebanding dengan apa yang telah kami rasakan. Bersyukur kepada Sang Pencipta tidak hanya dengan menyisihkan sebagian rejeki dan atau pun bersujud kepadaNya. Untuk mendapatkan arti sebenarnya untuk bersujud kepada Allah, cobalah lakukan ibadah dalam tempat yang hanya diterangi sebatang lilin. Aku pun telah mencobanya.
Dear God. I wanna take a minute to say thank you, for all~~~~~ I have.
Biar bagaimanapun juga, kami tetap makhluk sosial yang butuh perhatian dan sebuah kata-kata penghibur dari orang yang kami sayangi. Terima kasih kepada Mbak Vivi, Mas Aji, Om Is, Mas Derry dan juga orang-orang yang telah turut memberikan perhatian serta dukungan kepada kami. Orang-orang yang telah mencoba memberikan jalan keluar. Orang-orang yang tiba-tiba malam hari menelepon dengan panik ketika mendapatkan kabar tentang apa yang terjadi. Orang-orang yang bersedia menampung kami. :') Terima kasiiiiiihhhhhh~~ :'''')

Dan, kepada satu orang yang selama ini telah datang ketika aku benar-benar berada di bawah, menemani, dan memberikan dukungan serta kalimat-kalimat positif agar tidak terlalu sebegitunya dengan kehidupan dunia. Dia yang telah mengurusku ketika aku sakit. Dia yang rela menghampiriku meski hujan lebat, dan tak enggan mengayuhkan sepeda dari rumahnya yang cukup jauh ketika tidak ada kendaraan bermotor yang dapat ia pakai. Terima kasih. :) Namun maaf, lagi-lagi aku terjatuh. I'm Fragile. Iya, aku sedang tidak cukup kuat untuk saat ini. Tak apa jika kamu pun lelah untuk menemani orang yang terlalu banyak batu-batu besar dalam jalan hidupnya. Kamu berhak untuk memutuskan. :'] Sebisa mungkin, aku juga akan menuruti kemauanmu untuk tidak menghubungimu. Tapi apakah kamu tahu? Itu membuatku lebih terluka lagi. Belum sempat aku menyembuhkan luka dari apa yang sedang aku alami, dan aku harus terluka dengan apa yang kamu katakan waktu itu. Tak apa. Tak apa. Tak apa. Aku memang seharusnya sudah terbiasa dengan hal seperti ini.



Yes, perhaps it was not to be supposes to be in my life anymore :''''')

No comments:

Post a Comment

Small Cute Hot Pink Pointer