Tuesday, June 10, 2014

Mereka yang Berjuang terhadap Lupus dan Leukimia.

Aku sudah pernah kehilangan seorang teman tersayangku beberapa tahun lalu. Ia menderita penyakit yang bahkan, aku tidak cukup paham dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan itu. Lupus.


Seorang remaja perempuan manis dan sangat ramah itu kini telah bahagia kembali kepada Sang Khaliq. Seorang yang aku temui di salah satu masjid dan dengan dihiasi senyumnya yang tulus, tak segan ia memberiku pertolongan kala itu. "Oppi", katanya memperkenalkan diri di salah satu sudut masjid. Aktifis rohani Islam yang memiliki cita-cita dapat berdakwah ke semua penjuru. Ia pula yang mengajarkanku bahasa Arab meski hanya melalui obrolan-obralan singkat dalam pesan teks.

Dengan penuh penyesalan, aku tak pernah tahu apa yang dideritanya hingga ia menutup mata untuk selamanya. Kabar kepergiannya pun juga baru aku dengar setelah sekitar hampir satu tahun setelahnya.

"Oppi gak pernah bilang ke siapa-siapa tentang penyakitnya, hingga selama satu tahun-an ia gak pernah masuk sekolah."
"Oppi cuma bisa tiduran di ranjang selama di rumah. Setiap hari Ibunya selalu ijin pulang dari ngajar buat mastiin Oppi udah makan sama minum obat belum, buah sama suplemennya udah diabisin belum."
"Waktu Oppi di rumah sakit, Abinya selalu nuntun dzikir."
 "Sebelum ijin gak pernah masuk sekolah, Oppi selalu semangat kok. Gak pernah keliatan kalo dia sakit. Dia gencar banget ikut kegiatan rohis. Sampek pernah bolos dari suatu acara cuman biar bisa ikut kegiatan rohis bareng. :')"

Informasi hanya aku dapat dari beberapa teman satu sekolahnya, blognya, maupun account sosial milik Oppi. Dan tentu saja, setelah kepergiannya.

Oppi-ku sayaaaang, maaf. maaf. maaf. :'( Semoga kamu tenang dan bahagia di sana. Semoga jalanmu selalu terang dan lancar.  :* I do really miss you Oppi. Selamat ulang tanggal lahirmu 8 Juni lalu sayangku :*

http://ooppievie.blogspot.com/
https://www.facebook.com/ooppie.vie?fref=ts

 

***

Dan untuk seseorang yang dahulu aku sebut Daka, jaga kesehatanmu. Amel tidak akan segan memarahimu untuk sesuatu hal ceroboh yang kamu lakukan. Dan aku akan selalu berdoa untuk usiamu yang panjang dan selalu kuat menghadapi leukimia. InsyaAllah. Aamiin.

***

Terakhir, untuk orang yang sangat penting bagiku, sama pentingnya seperti keluarga bagiku. Apa yang kita perdebatkan hanyalah sebuah mimpi tidurku saat itu. Dihiasi dengan beberapa imajinasi dan pemilihan kata-kata untuk mendapatkan diksi demi sebuah cerita pendek karanganku.



No comments:

Post a Comment

Small Cute Hot Pink Pointer