Wednesday, March 21, 2012

Memahami frase Masya Allah

 
Posting lagi. Sebenarnya saya sangat jarang memakai kosakata ini. Namun, pada jaman barusan kala, saya mendengar dari seorang kawan. Dia mengatakan dan mengenalkan frase itu lagi pada saya, “Masya Allah”. Saya yang tidak paham artinya, seketika diam.
So, suatu malam -ketika saya teringat-, maka saya iseng googling arti kalimat ajaib tersebut, karena jujur di usia saya saat ini, saya sering mendengar di kala ada keadaan yang tidak menyenangkan dan saya tidak tahu artinya(kemana aja buk–”).
Inilah hasil penemuan saya:
Deskripsi masya Allah :
ma.sya Allah
[p] kata seru untuk menyatakan perasaan heran, sayang, dan keterkejutan (maknanya ‘apa yg dikehendaki Allah’)
[http://deskripsi.com/m/masya-allah]
dan penemuan saya yang lain.
“Masya Allah, ini orang kok bisa jatuh dari pohon tomat ?”
“Masya Allah, anda kenapa….kok sampai pingsan ?”
dan beberapa kalimat lainnya dimana kata Masya Allah di ucapkan ketika ada sesuatu hal buruk yang terjadi. Begitulah kebiasaan kita orang Indonesia ketika menyerap bahasa serapan, kadang penggunaanya sering disalah gunakan. Saya bukan orang yang tau bahasa Arab, hanya karena kebetulan tahu dan punya sedikit penjelasan. Maka tak ada salahnya di bagi.
Makna Masya Allah
Masya Allah (ما شاء الله) adalah frase yang diungkapkan seorang Muslim untuk

Sunday, March 11, 2012

Jalanku Memang Berbeda – Pendidikan oh Pendidikan

Cara Ayah mendidikku memang berbeda dengan caranya mendidik ke-tiga kakakku, khususnya tentang pendidikan. Sejak SMP, ayah mulai mengambil alih kemana aku akan melanjutkan study-ku. Hal ini memang banyak terjadi diantara sekian banyak orang. Saat itu ayah menyuruhku untuk masuk ke 19 Junior High School yang terkenal dengan prestasi volly-nya, namun bukan itu yang menjadi alasan Ayah, sebenarnya karena kakak perempuanku, Asuka-anee bersekolah di sana. Aku berhasil memberontak, aku ingin bersekolah di 30 JHS yang memiliki rating lebih tinggi. Setelah lulus, kali ini aku menuruti ayahku yang mewajibkanku untuk masuk di salah satu vacational high school ternama di kotaku, yang harus ditempuh selama 4 tahun di atas waktu normal sekolah menengah 3 tahun. Ternama bukan karena siswa-siswinya yang berkelas atau memiliki ekonomi tingkat atas, namun karena lulusan yang dihasilkan yang katanya selalu sukses.

Dan kali ini, ketika aku memasuki masa college,  awalnya Ayah tak mengijinkanku untuk kuliah. Aku pikir karena Ayah harus menyekolahkan adek tiriku dahulu yang juga masuk ke universitas. Dia persis 1 tahun di bawahku. Tapi…
“Ayah, aku insyaallah akan melamar kerja ke salah satu pabrik di Nagoya”, ucapku.
“Sebagai apa?”, tanya Ayah singkat.
“Sebagai admin, Yah”
“Silahkan kalau begitu”
“Kalau ke luar pulau, apakah kau mengijinkan?”, tanyaku lagi mencoba memberanikan diri.
“Di sebuah perusahaan  daerah Fukuoka, sebagai IT-nya”, lanjutku.
“Apakah kau tak ingin kuliah?”, tanya Ayah.
“Ha????”, aku benar-benar kaget. Apa yang Ayah pikirkan?
“Kalau bisa kau kuliah tahun ini, sambil kerja”

Ya Alla~h, apa yang diinginkan Ayah sebenarnya? Aku benar-benar tak paham. Pendaftaran untuk universitas mungkin tinggal 1 gelombang lagi, dan aku terlanjur tidak memperhatikan ketika teman-teman membahas tentang kuliah. Aku buta akan cara mendaftar kuliah. Asuka-anee pun juga tak cukup membantuku, ia justru menyuruhkan mengajak teman untuk pergi langsung ke universitas yang akan aku tuju. Saat aku berkata, “Teman-temanku meneruskan dengan jalur vacational school di National College”. Asuka-anee justru terdiam tanpa kata, mungkin ia terdiam karena tak dapat memberikan solusi.
Selama beberapa hari, aku bergegas mencari informasi tentang sekolah sore ini. Dan menemukan 2 orang teman laki-lakiku yang juga akan mendaftar ke IT University, Yasuhiro dan Yosia. Yasuhiro adalah temanku yang pandai dalam hal network support, sedangkan Yosia adalah orang keturunan China yang pandai dalam design dan animation.

“Pendaftaran dibuka lagi bulan April depan”,  kata Yosia memberiku informasi ketika kami makan di kantin bersama.
Saat kembali ke kelas Programing, aku membuka situs IT University, namun disana menjelaskan bahwa kelas IT sudah penuh. Oh My God! Yang masih tersisa adalah kelas Scient Information.
Bergegas pulang ke rumah…
“Asuka-anee, kau memiliki teman yang kuliah di IT University?”, tanyaku
“Ya, Zikime mengambil kuliah sore IT Departement.”
“Aaaa~~, tolong tanyakan padanya tentang pendaftarannya”, pintaku
Chch, aku tak mendapatkan jawaban yang memuaskan. :( Ditambah lagi, tiba-tiba Mariko mengirim pesan kepadaku.
“Maaf, Ayako, apakah kau jadi melamar ke Nagayo?”, tanyanya.
“Tidak tahu. Aku sebenarnya ingin berkonsentrasi dengan tugas akhir kita. Pertengah bulan ini bukankah harus dikumpulkan? Bagaimana denganmu?”, balasku.
“Ya. Aku sepertinya minggu depan akan melamar”, jawabnya. Aku tak membalas lagi.

Aku benar-benar linglung. Sama halnya dengan Ayah yang tiba-tiba beruba pikiran, Mariko pun juga demikian.
Banyak pertimbangan yang aku pikirkan. Tentang ketahanan fisikku nantinya, tentang sanggupkah aku mengatur waktu, tentang teman-teman yang akan aku temui, yan kemungkinan besar lebih tua dariku, yang lebih berpengalaman, dan mungkin lebih cerdas, dan apakah ada teman ceweknya. Cih, aku bahkan memikirkan jika tak ada teman ceweknya, dengan siapa aku pergi ke kamar mandi tengah malam seperti itu?

Well, jika aku bekerja di Nagayo, dan aku kuliah di IT University…aku rasa itu tak mungkin. Dapat dibilang luar kota! Bagaimana sanggup?
Ya Allah, berikanlah hamba kemudahan, kemampuan, keberanian, tunjukkan dengan jelas jalanku Ya Allah,Ya Hadi…
Small Cute Hot Pink Pointer