Pages

Sunday, July 22, 2012

Ramadhan Lalu Ramadhan Sekarang :)

Hari kedua bulan Ramadhan. Baru saja adzan maghrib berkumandang di tempatku berpijak. Ketika kemarin aku melewatkan hari pertama berbuka puasa di rumah. Hari ini, ketika aku berkesempatan untuk melaksanakan buka puasa bersama ayah dan keluarga baruku, semua yang aku bayangkan hari lalu hanyalah sebuah angan yang terlalu berlebih. Tak sebahagia saat aku bersama ibu kandung, dan 3 kakakku.

Ibu selalu menyediakan teh hangat untuk kami. Ketika muadzin-muadzin mengumandangkan adzan dari masjid masing-masing, kami akan bersegerakan meraih gelas kecil teh hangat kami. Tayangan televisi yang dirancang untuk menemani waktu berbuka puasa pun dapat membuat kami tertawa bersama-sama. Usai itu, kami akan segera melaksanakan sholat maghrib dan kemudian dilanjutkan minum es buah atau es kolak buatan ibu atau kadang yang kami beli di tetangga sebelah, sambil melihat kultum dari televisi.

Saat adzan isya berkumandang, akan datang 2 orang teman yang juga tetanggaku untuk mengajakku berangkat bersama ke masjid melaksanakan sholat isya dan sholat terawih berjamaah.
Yah, meskipun selalu ada perubahan tentang lingkungan dan keadaan saat ini, aku tetap bersyukur pernah memiliki kenangan manis itu. Dan tentu saja harus ada pula kenaikan tingkat ketaqwaan kita kan? :)
Marhaban Ya Ramadhan. Semoga berkah untuk semua.. Amin

Sunday, April 22, 2012

Heidi, Gadis Petualang

“Ini harddisk 500 GB kok sudah tinggal 200 MB sih?!”, gumam Saehae.
“Ah, ini pasti karena data-data titipan teman-teman sekolahku yang kini bahkan sudah tak satu kota denganku. Bahkan tak satu pulau denganku.”, batin anak perempuan itu yang harus menyimpan data titipan itu.
Pernah berencana ia akan mem-burning di sebuah DVD. Namun takut rasanya jika DVD itu rusak suatu ketika. Dan apa yang harus dikatakan kepada teman-temannya nanti?
ell, ketika sedang meneliti satu per satu, memilihi data-data yang sekiranya tidak penting, Saehae menemukan satu halaman web hasil browsingnya dahulu. Tentang daftar film pecinta alam. Dan salah satunya adalah film berjudul Heidi, gadis petualang. Kira-kira sinopsisnya menurut http://buku.enggar.net/2011/11/18/heidi/ seperti ini :
Judul: Heidi
Penulis: Johanna Spyri
Penerbit: Bentang
Tebal: 334

Wednesday, March 21, 2012

Memahami frase Masya Allah

 
Posting lagi. Sebenarnya saya sangat jarang memakai kosakata ini. Namun, pada jaman barusan kala, saya mendengar dari seorang kawan. Dia mengatakan dan mengenalkan frase itu lagi pada saya, “Masya Allah”. Saya yang tidak paham artinya, seketika diam.
So, suatu malam -ketika saya teringat-, maka saya iseng googling arti kalimat ajaib tersebut, karena jujur di usia saya saat ini, saya sering mendengar di kala ada keadaan yang tidak menyenangkan dan saya tidak tahu artinya(kemana aja buk–”).
Inilah hasil penemuan saya:
Deskripsi masya Allah :
ma.sya Allah
[p] kata seru untuk menyatakan perasaan heran, sayang, dan keterkejutan (maknanya ‘apa yg dikehendaki Allah’)
[http://deskripsi.com/m/masya-allah]
dan penemuan saya yang lain.
“Masya Allah, ini orang kok bisa jatuh dari pohon tomat ?”
“Masya Allah, anda kenapa….kok sampai pingsan ?”
dan beberapa kalimat lainnya dimana kata Masya Allah di ucapkan ketika ada sesuatu hal buruk yang terjadi. Begitulah kebiasaan kita orang Indonesia ketika menyerap bahasa serapan, kadang penggunaanya sering disalah gunakan. Saya bukan orang yang tau bahasa Arab, hanya karena kebetulan tahu dan punya sedikit penjelasan. Maka tak ada salahnya di bagi.
Makna Masya Allah
Masya Allah (ما شاء الله) adalah frase yang diungkapkan seorang Muslim untuk

Sunday, March 11, 2012

Jalanku Memang Berbeda – Pendidikan oh Pendidikan

Cara Ayah mendidikku memang berbeda dengan caranya mendidik ke-tiga kakakku, khususnya tentang pendidikan. Sejak SMP, ayah mulai mengambil alih kemana aku akan melanjutkan study-ku. Hal ini memang banyak terjadi diantara sekian banyak orang. Saat itu ayah menyuruhku untuk masuk ke 19 Junior High School yang terkenal dengan prestasi volly-nya, namun bukan itu yang menjadi alasan Ayah, sebenarnya karena kakak perempuanku, Asuka-anee bersekolah di sana. Aku berhasil memberontak, aku ingin bersekolah di 30 JHS yang memiliki rating lebih tinggi. Setelah lulus, kali ini aku menuruti ayahku yang mewajibkanku untuk masuk di salah satu vacational high school ternama di kotaku, yang harus ditempuh selama 4 tahun di atas waktu normal sekolah menengah 3 tahun. Ternama bukan karena siswa-siswinya yang berkelas atau memiliki ekonomi tingkat atas, namun karena lulusan yang dihasilkan yang katanya selalu sukses.

Dan kali ini, ketika aku memasuki masa college,  awalnya Ayah tak mengijinkanku untuk kuliah. Aku pikir karena Ayah harus menyekolahkan adek tiriku dahulu yang juga masuk ke universitas. Dia persis 1 tahun di bawahku. Tapi…
“Ayah, aku insyaallah akan melamar kerja ke salah satu pabrik di Nagoya”, ucapku.
“Sebagai apa?”, tanya Ayah singkat.
“Sebagai admin, Yah”
“Silahkan kalau begitu”
“Kalau ke luar pulau, apakah kau mengijinkan?”, tanyaku lagi mencoba memberanikan diri.
“Di sebuah perusahaan  daerah Fukuoka, sebagai IT-nya”, lanjutku.
“Apakah kau tak ingin kuliah?”, tanya Ayah.
“Ha????”, aku benar-benar kaget. Apa yang Ayah pikirkan?
“Kalau bisa kau kuliah tahun ini, sambil kerja”

Ya Alla~h, apa yang diinginkan Ayah sebenarnya? Aku benar-benar tak paham. Pendaftaran untuk universitas mungkin tinggal 1 gelombang lagi, dan aku terlanjur tidak memperhatikan ketika teman-teman membahas tentang kuliah. Aku buta akan cara mendaftar kuliah. Asuka-anee pun juga tak cukup membantuku, ia justru menyuruhkan mengajak teman untuk pergi langsung ke universitas yang akan aku tuju. Saat aku berkata, “Teman-temanku meneruskan dengan jalur vacational school di National College”. Asuka-anee justru terdiam tanpa kata, mungkin ia terdiam karena tak dapat memberikan solusi.
Selama beberapa hari, aku bergegas mencari informasi tentang sekolah sore ini. Dan menemukan 2 orang teman laki-lakiku yang juga akan mendaftar ke IT University, Yasuhiro dan Yosia. Yasuhiro adalah temanku yang pandai dalam hal network support, sedangkan Yosia adalah orang keturunan China yang pandai dalam design dan animation.

“Pendaftaran dibuka lagi bulan April depan”,  kata Yosia memberiku informasi ketika kami makan di kantin bersama.
Saat kembali ke kelas Programing, aku membuka situs IT University, namun disana menjelaskan bahwa kelas IT sudah penuh. Oh My God! Yang masih tersisa adalah kelas Scient Information.
Bergegas pulang ke rumah…
“Asuka-anee, kau memiliki teman yang kuliah di IT University?”, tanyaku
“Ya, Zikime mengambil kuliah sore IT Departement.”
“Aaaa~~, tolong tanyakan padanya tentang pendaftarannya”, pintaku
Chch, aku tak mendapatkan jawaban yang memuaskan. :( Ditambah lagi, tiba-tiba Mariko mengirim pesan kepadaku.
“Maaf, Ayako, apakah kau jadi melamar ke Nagayo?”, tanyanya.
“Tidak tahu. Aku sebenarnya ingin berkonsentrasi dengan tugas akhir kita. Pertengah bulan ini bukankah harus dikumpulkan? Bagaimana denganmu?”, balasku.
“Ya. Aku sepertinya minggu depan akan melamar”, jawabnya. Aku tak membalas lagi.

Aku benar-benar linglung. Sama halnya dengan Ayah yang tiba-tiba beruba pikiran, Mariko pun juga demikian.
Banyak pertimbangan yang aku pikirkan. Tentang ketahanan fisikku nantinya, tentang sanggupkah aku mengatur waktu, tentang teman-teman yang akan aku temui, yan kemungkinan besar lebih tua dariku, yang lebih berpengalaman, dan mungkin lebih cerdas, dan apakah ada teman ceweknya. Cih, aku bahkan memikirkan jika tak ada teman ceweknya, dengan siapa aku pergi ke kamar mandi tengah malam seperti itu?

Well, jika aku bekerja di Nagayo, dan aku kuliah di IT University…aku rasa itu tak mungkin. Dapat dibilang luar kota! Bagaimana sanggup?
Ya Allah, berikanlah hamba kemudahan, kemampuan, keberanian, tunjukkan dengan jelas jalanku Ya Allah,Ya Hadi…

Tuesday, January 24, 2012

No Taste? Lets Taste This Food..

Sedih
Jika Anda membutuhkan dorongan kebahagiaan, cobalah konsumsi minyak ikan untuk meningkatkan kesehatan otak dan suasana hati. Minyak ikan tak hanya kaya dengan asam lemak Omega-3, yang membantu mengurangi depresi, perasaan negatif dan suasana hati, namun salmon dan tuna juga merupakan sumber vitamin B12, yang membantu meningkatkan suasana hati.

Takut
Banyak orang menderita fobia, mulai dari yang umum (seperti acrophobia – takut ketinggian) hingga yang khusus (seperti arachibutyrophobia – takut terhadap selai kacang). Mungkin pola makan Anda perlu diperiksa. Penelitian menunjukkan, kekurangan folat dapat menyebabkan ketakutan irasional dan kecemasan berlebihan, jadi cobalah tingkatkan asupan folat Anda – sama seperti memperbaiki suasana hati dengan Omega-3 – dengan mengonsumsi alpukat.

Marah

I Try To Help Other People

Well, itu termasuk sifat manusiawi, kan? Berusaha membantu orang lain. Seperti yang aku lakukan malam ini. Di tengah perut yang bagai gendang  ditepuk kencang karena menstruasi, pagi ini -1:7 WIB- aku sedang mem-printout laporan temanku, Kim Agatha. Dia salah satu teman cowokku. Yah, sebatas teman yang sering pulang kampung bersama dan memperbaiki motorku saat kami di kota orang. Aku pun sebenarnya tak habis pikir, bagaimana aku bisa melakukan hal ini di saat laporanku pun belum selesai. Hal ini pernah terjadi sebelum-sebelumnya. Di saat aku dimintai tolong untuk mengedit salah satu blog seorang kakak kelasku yang memang sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri.

Saturday, January 21, 2012

Nglamar Pertama Kali

Ayooo, yang udah direstuin, gimana perasaannya di terima?? Aaahhh.. pasti seneng kan? Eh, eh… ini nglamar apa ni yaah? Anything lah..  nglamar sang kekasih atau nglamar pekerjaan yang namanya ketrima pasti seneng kan? Well, karna si penulis masih siswi SMK tingkat 4 di semester 8, yang masih panja~ng banget perjuangannya, penulis mau bahasnya nglamar pekerjaan aja yah .. ^^
***
Pukul 15.00 WIB, Seong Joo, Ryuko, Otani dan aku berjanjian untuk bertemu di depan gang salah satu yayasan tempat kami akan melakukan tes. Yah, kami akan melamar pekerjaan sebagai tentor tingkat Elementary School dan Junior High School.
“Dongseng! berangkat jam berapa kamu?”, teriak Yoona eonni dari ruang keluarga kami.
“Jam 3 sore aku sudah harus tiba di sana eonni.”, jawabku dari dalam dapur.
“Hei! ini suda jam 3 kurang seperempat!”
“Tch! benarkah? A~~rggh, aku pasti akan terlambat”, ucapku sambil duduk di sebelah eonni.
“Ya. Apalagi jika kau mandi dulu.”
“Hei, apa kau menyarankanku untuk tidak mandi?”
“Hei. Mandimu itu super lama. Apa kau mau terlambat pergi ke sana dan membiarkan temanmu menunggu?”
Akhirnya aku menuruti eonni untuk tidak mandi pada sore itu, dan berencana mandi sepulang dari tes tentor ini, sebelum menuju ke sekolahan lagi.
Eonni adalah satu-satunya orang yang mengetahui bahwa aku akan mencoba mengikuti tes tersebut. Sebelum akhirnya dia memberitahu Appa.
“Juniormu tidak datang-datang. Aku harus ke rumah sakit mengunjungi Amma. Aku juga sudah memberitahu Appa yang sebenarnya. Tadi Appa sempat marah karena kau pergi sementara ada temanmu yang akan datang. Nanti kau jujur saja dengan Appa!”
Aku membaca pesan itu di tengah tes tertulisku. Dan mungkin memang itu yang seharusnya aku lakukan sebelumnya. Jujur kepada Appa.
***
Tes tertulis.
Setibanya di yayasan tersebut kami mendapati 3 orang peserta tes dari 2 universitas yang berbeda duduk di sana. Kami mengisi daftar hadir, dan disuguhkan 40 soal campur SD dan SMP. Aku mengerjakan soal-soal yang aku rasa mudah dan dapat dikerjakan dalam waktu cepat. Soal yang ada sudah pernah diajarkan dulu, hanya saja tiba-tiba aku mengalami amnesia. Bayangkan saja! aku tidak dapat mengingat 2 alat ukur selain mistar! #sudah dibayangkan?#  ->hei ini keterlaluan. :( hiks.
Aku bahkan tidak percaya aku mengikuti tes ini. Dan aku juga ragu apakah aku mengaharapkan agar diterima. Haha. Tapi, lebih baik aku berharap demikian.
Tes Wawancara
Untuk kali ini, aku merasa super enjoy. Aku memang lebih suka melakukan tes wawancara daripada tes tertulis. Heran juga dengan orang-orang yang khawatir dengan tes wawancara. Bukankah tes wawancara itu hanya menceritakan profil diri? Tak perlu membohongi diri sendiri sajalah, itu kuncinya. Apa iya mau kita diterima kerja karena mereka menilai  sesuatu yang bukan diri kita ? Lalu apa yang dipelajari dari tes wawancara? Sikap! sikap duduk, sikap bicara, dsb. Content pembicaraan? in ur self.
***
Maghrib telah tiba, tanda tes ini berakhir. Aku langsung pulang setelah menemani Ryuko dijemput Ayahnya, dan juga setelah mengantar Seong Joo ke pusat kota. Setibanya di rumah, hujan mengguyur bumi ini dengan sangat deras. :p Dan aku belum dapat masuk ke dalam rumah.
“Arrgghh.. di rumah sepi.  Aku tidak membawa kunci pagar.” gumamku
Selama satu jam, aku duduk di depan gerbang sambil menunggu hujan sedikit reda. Begitu hujan mengurangi volume airnya, dengan segera aku berlari menuju tetanggaku yang juga orang yang membantu membersihkan rumah ini.
“Kunci sudah di tangan.!” aku menggenggam kunci itu.
Selang sekitar setengah jam, Appa, Ahjuma, dan dongseng pulang. Yah, dan benar saja aku diinterogasi Appa tentang tes ini. Hanya saja, setelah aku menjelaskan kepadanya, tak ada tanggapan! Aku tak tahu maksudnya.
Meskipun khawatir dengan ijin dari Appa dan Ahjumi . Kepalaku sebenarnya juga pusing, mungkin karena tadi kehujanan, tapi aku tetap harus segera menuju sekolahan untuk menghadiri pelantikan pramuka. Kuhabiskan kopi creamer tanpa foam (argh.. sesuatu yang tidak begitu aku suka) dalam cangkir biruku. Dan segera menerjang hujan yang masih mengguyur, menemui adik-adik di sekolahan :)
Small Cute Hot Pink Pointer